Laman

Minggu, 11 November 2012

172 CALON ANGGOTA PPK PILGUB JATENG LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI

kresnapati - Sebanyak 172 orang, dinyatakan lolos seleksi administrasi calon anggota Panitia Peilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2013. Selanjutnya mereka yang lolos seleksi administrasi ini, akan mengikuti test atau seleksi wawancara.
Keputusan lolos seleksi administrasi itu, berdasarkan hasil penelitian administrasi calon anggota PPK oleh KPU Kabupaten Pati.  Para peserta yang lolos seleksi, wajib untuk mengikuti seleksi tahap wawancara yang akan dilakukan KPU Kabupaten Pati, mulai tanggal 12 sampai 14 November 2012.

Ketua KPU Kabupaten Pati, Ahmad Jukari dalam suratnya kepada kresnapati mengatakan, ke 172 nama yang lolos itu, masing-masing berasal dari 21 kecamatan. Dan untuk jadual seleksi wawancara akan dibagi menjadi tiga gelombang.

“Gelombang pertama pada  12 November 2012 jam 09 sampai 11 untuk calon anggota PPK asal Kecamatan Tayu, Jaken, Jakenan, kemudian jam 11  sampai 13 untuk calon anggota PPK asal Kecamatan Gunungwungkal, Cluwak dan Dukuhseti, serta pada jam 14 sampai 16 untuk calon anggota PPK asal Kecamatan Pati dan Margoyoso,” katanya.

Sedang untuk gelombang kedua, pada Selasa, 13 November 2012 jam  9 sampai 11 untuk seleksi wawancara calon anggota PPK asal Kecamatan Wedarijaksa, Trangkil, jam 11 sampai 13 untuk calon anggota PPK asal Kecamatan Juwana, Batangan, dan Gabus, serta jam 14 sampai 16 untuk calon PPK asal Kecamatan Pucakwangi dan Winong.

Sementara calon anggota PPK asal Kecamatan Tlogowungu, dan Kayen seleksi wawancara dilakukan pada Rabu, 14 November 2012 jam 9 sampai 11, kemudian jam 11 sampai 13, untuk PPK asal Kecamatan Gembong dan Sukolilo, serta calon PPK asal Kecamatan Margorejo dan Tambakromo dilakukan pada jam 14 sampai 16.

Ketua KPU Kabupaten Pati, Ahmad Jukari menambahkan, pelaksanaan seleksi wawancara, seluruhnya dijadualkan berlangsung di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati, Komplek Stadion Joyokusumo, Jln Kolonel Sunandar Pati.

Kamis, 08 November 2012

KEINGINAN WARGA DESA MINTOBASUKI DIRIKAN MASJID BERLANJUT

kresnapati - Harapan sebagian warga Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus untuk mendirikan masjid, akan segera terwujud. Menyusul adanya kesepakatan, diperbolehkannya lahan ruang perpustakaan dikomplek SD Negeri Mintobasuki 02, untuk tempat pendirian masjid.

Sebagian warga dan Pemdes Mintobasuki Kecamatan Gabus, mulai berlega hati. Karena kenginannya untuk mendirikan masjid, dengan menggunakan lahan gedung perpustakaan, dapat disetujui meski harus bersabar.

Ketua Komisi 1 DPRD Pati, Hamzawi yang diwawancara, saat menanggapi desakan warga Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus, mengatakan, hasil kesepakatan dalam audensi itu, Disdik sebagian lahan dikompleks SD Negeri Mintobasuki 02 untuk tempat pendirian masjid.

“Walaupun dapat menggunakan tanah yang sekarang digunakan untuk ruang perpustakaan, tapi harus dihapus dulu sesuai prosedur. Sedang untuk penghapusan tidak dapat.  Jadi SD disitu, Masjid pun disitu. Jadi  semuanya sepakat seperti itu kemarin,“ ujarnya.

Hamzawi menambahkan, soal rencana keinginan relokasi merelokasi kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Mintobasuki 01, sudah tidak bisa. Karena nomor register induk SD tersebut, sudah dihapus, seiring regrouping dengan SD Negeri Mntobasuki 02 beberapa tahun lalu.

“Untuk ruang perpustakaan, Pak Sarpan (Kepala Disdik Pati) menyarankan untuk dicarikan tanah yang dekat dengan komplek SD Negeri Mintobasuki 02, untuk didirikan ruang perpustakaan yang baru,” katanya.

Untuk penggunaan areal tanah yang sekarang ini ditempati ruang perpustakaan sebagai lokasi pembangunan masjid, Kepala SD Negeri Mintobasuki 02 akan membuat surat kepada Dinas Pendapatan, Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) untuk penghapusannya.

SEORANG PEKERJA LAS, TERSENGAT LISTRIK SEKUJUR TUBUH LUKA BAKAR

kresnapati - Seorang tukang las yang sedang bekerja membuat atap disebuah bangunan mengalami kecelakaan kerja, Selasa pagi, 6 November 2012.  Pria tersebut tersengat listrik tegangan tinggi, saat akan turun, usai mengelas di atas bangunan. Peristiwa tragis itu, terjadi sekitar pukul 8.30.

Pekerja yang bernasib naas itu, bernama Slamet Agung Riyanto berusia 30 tahun warga Desa Sidokerto RT.6/RW.1 Kecamatan Pati. Pria yang sudah beristri dan dikaruniai seorang anak ini, mengalami luka bakar dihampir sekujur tubuhnya, akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi.

Menurut Hadi Sutrisno warga Desa Mustokoharjo, sebelum kejadian korban tersengat listrik, sibuk dengan pekerjaannya diatas bangunan. Namun tiba-tiba terdengar suara ledakan dari atas bangunan. Tak berapa lama tiga temannya minta pertolongan warga, untuk menurunkan korban yang ada diatap bangunan gedung yang sedang dalam pengerjaan.

“Waktu itu entah membetulkan apa gitu?. Tapi setahu saya waktu kejadian itu, orangnya sudah berada diatas bangunan. Kena setrum  itu. Orangnya waktu itu tidak sadar, tapi beberapa menit kemudian dia sadarkan diri. Kemudian diturunkan terus dibawa kerumah sakit,” terangnya.

Sebuah mobil patroli Polsek Pati yang kebetulan melintas, kata Hadi Sutrisno, langsung mengevakuasi korban ke ruang gawat darurat RSUD RAA Soewondo Pati, untuk menjalani perawatan intensif.

Untuk memulihkan luka-luka yang hampir membakar disekujur tubuhnya, pihak rumah sakit menempatkan korban, di ruang Bougenvile, untuk sementara waktu.

Keterangan yang dihimpun kresnapati, dari teman-teman korban, peristiwa itu terjadi ketika korban usai mengelas atap bangunan tersebut, dan meminta salah seorang temannya untuk mematikan jenset. Saat akan turun dari atap bangunan itu, teman-temanya terkejut dengan suara ledakan. Ketika dicari sumbernya mendapati korban, tergeletak diatas atap dengan luka bakar, karena kesetrum aliran listrik tegangan tinggi.