Laman

Minggu, 03 Februari 2013

pasang bangku di Jalan yang berlobang

kresnapati - Warga Desa Kayen Kecamatan Kayen, terpaksa menaruh kursi panjang diatas kubangan yang menganga di badan jalan yang menghubungkan Kabupaten Pati dan Kabupaten Purwodadi. Minimal dengan pemasangan kursi ini, kecelakaan yang sering menimpa pengendara sepeda motor tidak terjadi lagi.

Sejak beberapa hari terakhir ini, ada pemandangan yang berbeda di jalur lalulintas alternatif Pati – Purwodadi tepat di Desa Kayen Kecamatan Kayen. Sebuah bangku panjang terpasang dibadan jalan yang berlubang, dan lamban perbaikannya.

Salah seorang warga setempat, bernama Shobri merasa jengkel lambannya dinas terkait untuk memperbaiki kerusakan jalan, yang semakin hari kubangan semakin lebar.  Apalagi banyak pengguna jalan terutama dari luar daerah, yang terjatuh terperosok kubangan dibadan jalan itu.

“Sebagian badan jalan ini memang sengaja kami tutup, karena sering terjadi kecelakaan yang menimpa pengendara sepeda motor. Hampir tiap hari, dua sampai tiga kecelakaan ditempat ini, karena lubangnya cukup dalam dan tertutup oleh air,” Shobri.

Spontanitas beberapa warga itu dilakukan agar tidak ada lagi pengendara sepeda motor yang terjatuh dan menjadi korban kubangan sedalam 15 sentimeter sepanjang dua meter. Apalagi saat malam hari dan turun hujan, kubangan yang tertutup air, akan lebih membahayakan pengendara.

Warga meminta pemangku kepentingan yang bertanggungjawab terhadap akses lalulintas itu, segera melakukan perbaikan, atau penambalan sementara untuk menghindari terjadinya kecelakaan

KPU PATI LANTIK PAW ANGGOTA PPK

kresnapati - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Pati melantik 5 anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari empat kecamatan. Pelantikan berlangusng di aula KPU, Jumat siang, 1 Februari 2013.

Lima keanggotaan PPK di empat kecamatan yang sempat kosong, sudah terisi kembali. Untuk pengisiannya, KPU Kabupaten Pati melantik PAW anggota PPK. Ini agar kinerja PPK semakin efektif, menjelang pelaksanaan Pilgub Jateng, Mei mendatang.

Ketua KPU Pati, Ahmad Jukari mengatakan, kekosongan anggota PPK di empat kecamatan itu, karena personilnya sebagian besar menyatakan mengundurkan diri, dengan alasan untuk berkonsentrasi pada pekerjaan.

“Memang prosesnya kita perintahkan segera terisi, karena untuk Kecamatan Margorejo ada dua anggota PPK yang mengundurkan diri dan perlu kita isi. Sesuai perundang-undangan pleno PPK minimal dihadiri sekurang-kurangnya 4 anggota. Sehingga agar tidak mengganggu tahapan Pilgub 2013, kita melakukan langkah, agar proses pengisian PPK segera dilakukan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ahmad Jukari menambahkan, selain melantik PAW PPK, sebelumnya KPU juga melakukan pengisian Sekretaris PPK dan anggota PPS yang diganti. Itupun, juga karena kebanyakan alasan mengundurkan diri.

“Tapi juga ada yang diketahui sebagai anggota parpol, tapi untuk menjaga netralitas penyelenggara Pemilu, maka proses itu harus dilakukan,” katanya.

Kelima PAW anggota PPK yang dilantik KPU Kabupaten Pati diantaranya, Bambang Setyo Utomo (PPK Tambakromo), Soegiyanto (PPK Tayu), Teguh Pujiantoro (PPK Gembong), serta Tamsir dan Yogi Suwasono (PPK Margorejo).

HASIL PENELITIAN BENDA DIDUGA PENINGGALAN SEJARAH DIKIRIM KE BALAR

kresnapati - Setelah melakukan penelitian awal terhadap temuan benda diduga peninggalan sejarah di Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu, Disbudparpora Pati, mengirim hasilnya ke Badan Arkeologi (BALAR) Yogyakarta,  dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Disbudparpora Pati terus menindak lanjuti penemuan perlengkapan alat makan, dan tiga bilah senjata tajam yang diduga peninggalan sejarah. Selama sehari penuh, Disbudparpora mengirim tim untuk melakukan penelitian atas temuan yang diduga peninggalan sejarah berkaitan dengan perjalanan Sam Po Kong (Dampo Awang).

Kepala Disbudparpora Pati, Sigit Hartoko bersama Sekretaris Bambang Santoso didampingi tiga stafnya mengatakan, hasil penelitian fisik terhadap benda-benda yang ditemukan warga di lereng Pandak Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu telah dikirim ke instansi terkait. Seperti BALAR Yogyakarta dan BPCB Jawa Tengah di Klaten.

“Kami hari ini (Sabtu, 2 Februari 2013,red) telah mengirimkan laporan tertulis Dinas Pariwisata Prov Jateng, kemudian Badan Arkeologi, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah,” kata Kepala Disbudparpora, Sigit Hartoko.

Kepala Disbudparpora berharap setelah menerima hasil penelitiannya, kedua instansi tersebut segera menerjunkan tim ke Pati, untuk meneliti   enam piring dan 2 mangkok keramik, sebilah pedang yang diyakini milik Sam Po, serta dua buah keris yang diduga milik Sunan Muria dan muridnya. Saat bersamaan itu, juga diketemukan dua taring harimau dan fosil kerang yang diduga berusia ratusan tahun.

“Namun demikian, temuan benda tersebut merupakan aset yang harus dicari akar kebenaran sejarahnya,” tegasnya.

Seperti penuturan tokoh masyarakat Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu, Karsudi, benda-benda tersebut ditemukan warga melalui penggalian dibeberapa tempat di lereng Pandak, Senin lalu, 28 Januari 2013