Laman

Selasa, 27 November 2012

PRA KUALIFIKASI PORPROV BOLA VOLI DIIKUTI 48 TIM

kresnapati - Cabang olahraga (cabor) bola voli Pra kualifikasi PORPROV Jateng  digelar di GOR Pesantenan Pati, selama sepekan, 24 sampai 30 November 2012. Jumlah peserta yang mendaftar  ke Panitia Penyelenggara Pra Kualifikasi PORPROV bola voli indor sebanyak 48 tim, terdiri dari 24 tim putra dan 24 putri.  Enam tim terbaik akan lolos mengikuti PORPROV 2013. 
Cabang bola voli Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2013 diharapkan menjadi ajang pembinaan pemain-pemain muda. Pembatasan tersebut diharapkan mampu mendongkrak semangat juang para pemain untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.
 
Ketua Panitia Penyelenggara, Kompol Taufan Dirgantoro SIK mengatakan,  penyelenggaraan pra kualifikasi PORPROV ini, untuk mencari bibit-bibit pemain muda,  yang dipersiapkan mengikuti PON 2016.

“Tujuan dari pra kualifikasi bola voli PORPROV 2013 ini, untuk mencari enam tim bola voli terbaik, diikuti 24 tim putra dan 24 tim putri di Jawa Tengah,” jelasnya.

Ketua Umum PBVSI Jawa Tengah Irjen Pol Didiek Sutomo Triwidodo yang diwakili Sekretaris Umum Kombes Pol Supraptono, saat membuka pra kualifikasi PORPROV bola voli di GOR Pesantenan Pati mengatakan, Pengprov PBVSI Jawa Tengah juga memiliki stok pemain muda untuk mempersiapkan even-even yang sudah diagendakan. Pembatasan usia tersebut memiliki dampak positif terhadap perkembangan bola voli di daerah.
 
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekum Kombes Pol Supraptono, Ketua Umum PBVSI Jawa Tengah menyampaikan, terima kasihnya  kepada para pembina yang telah berhasil mengantarkan dan meloloskan atlitnya ditingkat nasional.

Sementara itu, Pengprov bola voli juga akan menghelat  pra kualifikasi bola voli pantai  yang diikuti 28 pasang dan 18 pasang, di Lapangan voli pasir IVOJO Desa Ngembalrejo Kudus,  mulai 27 sampai 30 November 2012.

ASPEGNU, SUPORT PROGRAM PUGAR DALAM SWASEMBADA GARAM NASIONAL

kresnapti - Pembentukan Asosiasi Petambak Garam Nusantara (ASPEGNU) yang sebagian besar anggotanya nahdliyin, merupakan upaya PBNU, untuk membantu mewujudkan program swasembada garam nasional. Dan terbentuknya ASPEGNU, akan menjadi pendukung program pemerintah, seperti Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR).

Krisis garam sampai sekarang belum selesai, hal ini terbukti dengan kebijakan Pemerintah, masih mengimpor garam dari negara lain. Berkaca dari hal ini, Kongres Garam Rakyat NU merekomendasi terbentuknya ASPEGNU.

Ketua Asosiasi ASPEGNU yang juga Ketua PC NU Kabupaten Sumenep, Haji Ahmad Pandji Taufiq, program PUGAR yang telah diluncurkan pemerintah, belum fokus dalam upaya meningkatkan perbaikan infrastruktur garam ditingkat petambak.  Sehingga program pemerintah, kurang efektif.  Dan perlu keterlibatan  banyak pihak, dan mengajak instrumen-intrumen sosial yang ada dimasyarakat.

"Semisal tata niaga dan tata kelola airnya. Belum lagi masa panennya, dalam hal ini petani belum dipicu kearah yang lebih baik. Ini disalah satu tempat tidak semua. Sehingga program tersebut terkesan bagi-bagi duit,” terangnya.

Untuk menjawab tantangan itu, kegiatan usaha produksi, pengolahan, pengemasan, dan pemasaran garam rakyat,  ASPEGNU telah menjalin kerjasama pembelian garam rakyat dengan PT. Garudafood Pati. Penandatanganan kerjasama tersebut, telah dilakukan saat berlangsungnya Houl KH Syansuri di Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu, Sabtu sore, 24 November 2012.

Sementara itu, Ketua PBNU, Arvin Hakim Thoha mengatakan, pembentukan ASPEGNU tidak akan menjadi tandingan bagi program-program yang telah diluncurkan pemerintah. Tapi sebaliknya, terbentuknya asosiasi tersebut, akan mengawal perjalanan program pemerintah itu sendiri, seperti program PUGAR.

“Itu tidak akan tumpang tindih dengan program itu. Karena kita akan selalu mendukung program Pemerintah yang pro dan bermanfaat untuk rakyat. Tapi kalau enggak, ya ASPEGNU akan tetap jalan terus. Dimana kita akan mengajak kerjasama dengan produsen-produsen besar,” jelasnya.

ASPEGNU juga tengah melakukan terobosan pengolahan dan pemasaran garam konsumsi untuk komunitas nahdliyin, melalui jejaring koperasi yang berafiliasi dengan NU. Di Jawa Tengah pemasaran telah dilakukan oleh jaringan koperasi An Nisa. Sedang produk turunannya, akan dipasarkan baik di internal maupun diluar   komunitas NU.

Sabtu, 17 November 2012

KEMAH BAKTI LINTAS AGAMA AJAK BANGKUN KEBERSAMAN DAN KERUKUNAN

kresnapati -  Perbedaan agama, hendaknya menjadi dasar untuk membangun kebersamaan dan kerukunan yang selalu diupayakan. Upaya memperat kebersamaan dan kerukunan itu, salah satunya melalui Kemah Bakti Lintas Agama yang mengikut sertakan pelajar dan pemuda.

Kebersamaan memiliki makna yang mendalam, dalam membangun sebuah organisasi yang sifatnya lintas agama, untuk bersatu padu. Karena dengan kerukunan dan kebersamaan, akan tercipta kenyamanan dalam bermasyarakat.

Demikian ungkap Bupati Pati Haryanto, saat membuka Kemah Bakti Lintas Agama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab Pati, di Lapangan Komplek Senapan Kompi C/Alugoro Pati, Rabu sore, 14 November 2012.

Bupati Haryanto menambahkan, perbedaan berbagai keyakinan merupakan sarana untuk menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berupaya saling menghargai satu dengan yang lain.

Bupati berharap, kondusifitas yang sudah terbangun baik, untuk terus dijaga, dan memusyawarahkan permasalahan yang muncul, sehingga konflik yang merugikan banyak masyarakat, tidak terjadi di Kabupaten Pati.

Kemah bakti lintas agama tersebut, akan berlangsung selama dua hari, dan berakhir hingga 15 November 2012. Hadir saat pembukaan, Dandim 0718/Pati Letkol Armed H Sutriyono, Wakapolres Kompol Taufan Dirgantoro SIK, Kepala Kemenag Pati, Drs H Ahmad Mudzakir, serta para tokoh FKUB Kabupaten Pati.